MASKIT dan 1000 Pemuda Rumuskan Strategi Pembangunan Kesehatan Nasional di Youth Town Hall 2019

Kamis, 21 Maret 2019, Kementerian Kesehatan Indonesia dan WHO serta didukung oleh Center For Indonesias Strategic Development Initiatives (CISDI) menyelenggarakan acara Youth Town Hall Nasional 2019. Youth Town Hall merupakan forum diskusi nasional yang akan mempertemukan 1.000 perwakilan pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia dan Asia Tenggara berusia 18-35 tahun untuk merumuskan strategi pelibatan pemuda dalam pembangunan kesehatan nasional secara strategis.

Latar belakang diselenggarakannya Youth Town Hall ini adalah karena muda memegang peran penting dalam pembangunan kesehatan. Berangkat dari Laporan Indeks Pembangunan Pemuda tahun 2017, yang dimana poin kesehatan menjadi salah satu fokus untuk pembangun pemuda, Pelibatan pemuda dalam pembangunan kesehatan menjadi prioritas yang saat ini tengah digencarkan oleh pemerintah. Terlebih lagi, dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tahun 2030, pemuda saat ini tidak lagi menjadi objek pembangunan tetapi mereka adalah pelaku dari pembangunan

Pada acara Youth Town Hall Nasional 2019 ini, team MASKIT terpilih untuk mewakili keterlibatan anak muda dalam masyarakat sipil, badan pemerintah, akademisi, sektor bisnis, dan media, yang relevan dengan pembangunan kesehatan. Team MASKIT beserta pemuda lainnya mendiskusikan keterlibatan pemuda dalam menjawab tantangan kesehatan seperti penyakit menular dan tidak menular, kesehatan mental, kesehatan seksual dan reproduksi, dan reformasi tenaga kerja kesehatan.

Hasil dari diskusi pada Youth Town Hall Nasional, Team MASKIT dan pemuda lainnya berkomitmen untuk melaksanakan bersama-sama empat hal, yaitu :
1.Berperilaku hidup sehat termasuk tidak merokok, mengonsumsi makanan sehat (makan lebih banyak buah dan sayuran), melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari untuk menghindari risiko terkena penyakit tidak menular serta menjauhi narkoba dan seks bebas
2.Menjadi agen perubahan dengan menjadi panutan untuk hidup sehat serta menyebarkan informasi dan pesan kesehatan melalui media sosial.
3.Membangun platform atau forum yang didorong oleh kemitraan yang inovatif, sehingga kaum muda dapat berbagi pengalaman dan gagasan mereka untuk memantau dan mendorong perubahan pada kesehatan dan SDGs.
4.Menjalin kemitraan inovatif dengan beragam organisasi yang terlibat dengan kaum muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *