5 Fakta Tentang Polusi Udara

PBB memberi peringatan bahwa 9 dari 10 orang di planet bumi ini, saat ini menghirup udara yang telah tercemar. Setiap tahunnya, polusi udara menjadi penyebab 7 juta kematian di seluruh dunia. Polusi udara menyebabkan beberapa penyakit mematikan seperti stroke, gangguan jantung, kanker, gangguan pernapasan, termasuk asma.

Berikut ini beberapa fakta terhadap dampak polusi udara pada manusia akibat polusi udara dan kaitannya dengan perubahan iklim:

1. Polusi udara merenggut 800 jiwa setiap jam atau 13 jiwa setiap menit, dimana angka ini tiga kali lebih besar dibandingkan jumlah orang yang menjadi korban penyakit malaria, TBC, dan AIDS secara bersama-sama setiap tahun.

2. Lima sumber utama dari polusi udara adalah pembakaran bahan baka fossil di dalam ruang, pembakaran kayu dan biomasa lain untuk memasak, menghangatkan ruang, dan menerangi rumah; industri, termasuk penghasil tenaga listrik seperti pembangkit listrik tenaga batubara dan generator diesel; alat transportasi, khususnya kendaraan dengan mesin diesel; pertanian, termasuk peternakan, yang memproduksi methane dan ammonia, beras, yang menghasilkan methane, dan pembakaran limbah pertanian; serta pembakaran limbah terbuka dan limbah organik di tempat-tempat pembuangan sampah.

3. 93% anak-anak di seluruh dunia hidup di daerah-daerah dimana polusi udara melebihi pedoman WHO, dengan 600.000 anak di bawah usia 15 tahun menghadapi kematian akibat infeksi saluran pernafasan di tahun 2016.

4. Polusi udara bertanggung jawab atas 26% kematian yang dipicu penyakit jantung iskemik, 24% kematian akibat stroke, dan 43% akibat penyakit paru-paru obstruktif kronik, dan 29% akibat penyakit kanker paru-paru. Pada anak-anak, kondisi ini dikaitkan dengan rendahnya bobot tubuh bayi yang baru lahir, asthma, kanker pada anak-anak, obesitas, perkembangan paru-paru yang buruk dan autisme, di antara cacat bawaan sejak lahir lainnya.

5. Di 15 negara yang paling banyak menhgasilkan gas penyebab pemanasan global, biaya dari polusi udara terhadap kesehatan umum diperkirakan lebih dari 4% PDB. Sebagai pembanding, menjaga temperatur udara sesuai limit temperatur yang digariskan dalam Kesepakatan Paris hanya membutuhkan investasi sekitar 1% dari PDB global. [ww]

Sumber: Badan Lingkungan PBB, WHO, Bank Dunia, dan kampanye Every Breath Matters.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DNWeb